-
This is Slide 1 Title
This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...
-
This is Slide 2 Title
This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...
-
This is Slide 3 Title
This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...
Wednesday, 4 January 2017
Monday, 26 December 2016
HOTEL ALEXIS jakarta utara , SURGANYA kaum adam jakarta
Jika ingin mencari hiburan malam, khususnya kaum lelaki, orang biasanya akan menyebut Hotel Alexis, atau Alexis Hotel Jakarta yang berlokasi di Jakarta Utara.
Alexis Hotel Jakarta kerap disebut memberikan jasa ‘plus plus’ bagi kaum pria, bahkan wanita dewasa. Meski tidak terang-terangan, namun secara bisik-bisik disebutkan jika ingin mencari ‘kesenangan dunia’ maka Hotel Alexis adalah tempat yang pas.
Baru-baru ini malah Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama alias Ahok, terang-terangan menyebut lantai 7 Hotel Alexis menyediakan ‘surga dunia’ bagi pria dewasa, alias menjadi prostitusi terselubung yang kerap dilakukan oleh orang-orang berkantong tebal Sangat berbeda dengan hotel umum di Jakarta, Alexis Hotel Jakarta Ancol kurang cocok untuk liburan keluarga, apalagi menginap sambil membawa anak-anak.
Hotel yang berlokasi di Jalan RE Martadinata nomor 1 Jakarta Utara, berdasarkan review dari sejumlah pengunjung yang pernah singgah di sana bukanlah hotel biasa. Ini hotel khusus yang menyediakan hiburan malam khusus pengunjung dewasa yang ingin mendapatkan pelayanan plus plus dengan harga tidak murah.
Alexis Hotel Jakarta bahkan disebut-sebut sebagai satu-satunya hotel di Jakarta yang memberikan fasilitas hiburan malam terbaik bagi kaum lelaki. Di hotel ini, para tamu dapat menemukan 4Play Club and Bar Lounge yang terletak setelah lobi utama hotel. Di 4Play Club terdapat meja DJ untuk DJ lokal dan internasional.
Bahkan, tempat ini juga dilengkapi dengan catwalk warna-warni untuk penari dan fashion show dalam pakaian minim yang bertujuan untuk membangkitkan hasrat
Selain klub dan bar, hotel ini juga memiliki sebuah restoran yang menyediakan menu yang penuh dengan inovasi dari beberapa negara seperti Indonesia, Cina, dan Jepang.
Suasana restoran dikemas memadai untuk makan malam. Selain itu, hotel ini juga memiliki ruang karaoke yang bernama Xis Karaoke. Di ruang ini tersedia beragam lagu yang siap diyanyikan para tetamu, dalam versi Mandarin, Korea, Barat, dan juga lagu-lagu Indonesia populer.
Tak lupa, Alexis Hotel Jakarta juga memberikan tempat pijat bagi tetamunya
Mereka ini lebih senang duduk berkelompok sesuaiasal negara. Keengganan mereka bergaul disinyalir karena keterbatasan bahasa. Umumnya para wanita ‘impor’ ini jarang yang bisa berbahasa Inggris.
Lantai 7 dikenal dengan sebutan Lounge. Di sini tetamu diharapkan bersantai di sofa, memesan aneka minuman dan bercengkerama. Dari sini, segalanya mungkin terjadi, kata pengunjung yang enggan disebut jati dirinya
Review Pengunjung Hotel Alexis
Untuk sedikit memberikan gambaran seperti apa layanan yang bisa didapat para tamu saat berkunjung ke Hotel Alexis, mari simak review pengunjung yang pernah menyambangi hotel ini seperti dmuat di laman Tripadvisor.com berikut ini:
Hotel Alexis masih menawarkan hiburan dengan harga yang wajar untuk laki-laki. Kami pernah mengunjungi tempat semacam ini yang juga menyajikan tarian telanjang. Masquerade itu memang liar dan menyenangkan,
begitu juga dengan harganya..hampir dua kali lipat dari Alexis Hotel, dengan minuman yang bisa dibeli untuk gadis yang duduk di pangkuanmu sembari menari dengan harga US$ 6,5 per minuman.”
Alexis Hotel, Play bar, Bathouse Spa, XiS Karaoke
Ancol, Jl. R. E. Martadinata No. 1
Jakarta Utara 14430
Phone: +62 21 6983 3333
Fax: +62 21 6983 1111
Ancol, Jl. R. E. Martadinata No. 1
Jakarta Utara 14430
Phone: +62 21 6983 3333
Fax: +62 21 6983 1111
Friday, 23 December 2016
Cerita Sex Selingkuh Sama Mantan Pacar Ketika Suamiku Keluar Kota
By Unknown at 11:01
No comments
Cerita Sex Selingkuh Sama Mantan Pacar Ketika Suamiku Keluar Kota
Saat saya berjalan-jalan dengan kawan-kawan sekantor ke pasar seni, saya ketemu dengan bekas pacar. Dia mengajakku untuk bercakap terpisah dari teman2ku yang lain, saya pamitan dengan beberapa temanku. Kebetulan saat itu suamiku tidak ada di rumah, umum keluar kota untuk pekerjaan kantornya, jadi saya bebas ingin pulang jam berapakah juga. Dia mendajak saya makan dahulu.
Setelah makan, saya bercakap dimobilnya yang diparkir di pinggir pantai. Lantaran hari itu malam selasa, jadi suasananya sepi, tidak banyak mobil yang parkir di pantai itu. Kebetulan sekali kaca mobilnya begitu gelap lapisannya, hingga dari luar orang bakal sulit ngintip kedalam mobil. Mobil diparkir menghadap ke semak2 yang begitu rimbun hingga dari kaca depanpun orang tidak bisa ngintip kedalam mobil. Rupanya dia memanglah mencari tempat strategis.
Malam itu sekitaran jam 21. 30, meskipun kondisi di dalam mobil gelap, kami masihlah bisa melihat muka masing-masing. “Sin, kemana suami kamu”, tanyanya. “Dia repot sama kerjaannya”, jawabku. “Kasian deh anda, cobalah anda dahulu sama saya selalu, anda tidak bakal kesepian seperti saat ini deh”, tuturnya lagi. “Abis dahulu anda jika pacaran napsu banget sih, inginnya ngajak maen melulu”, jawabku lagi. “Kalo telah napsu kan harusnya selalu maen Sin, agar tidak jadi odol”, tuturnya sembari tersenyum. “Apanya yang jadi odol”, tanyaku tidak ngerti. “Kalo telah napsu, selalu tidak dikeluarin kan lama-lama mungkin saja odol didalem”, jawabnya sembari tertawa. “Dasar”, jawabku sembari mencubit pinggangnya. “Kamu dahulu kan tidak ingin dielus2, maunya pacaran pasfoto doang”, tuturnya lagi. “Kok cocok foto”, tanyaku tidak ngerti. “Iya, yang dipegang hanya bisa dagu keatas seperti pasfoto, gitu”, jawabnya.
Anda sendiri telah nikah atau masihlah pacaran” jawabku membelokkan perbincangan. “Aku masihlah sendiri, menclok dari satu kembang ke kembang lain”, jawabnya. “Terus ke semuanya kembang anda minta kesenangan dong”, tanyaku lagi. “La iya lah, soalnya jika dapet kan nikmat”, jawabnya. “Terus anda dikasi”, tanyaku selanjutnya. “Seringnya sih diberi, Jika saat ini saya minta ke anda diberi tidak Sin? Anda kan jablay”, tuturnya sembari memelukku. Berwajah dengan begitu perlahan didekatkan wajahku. Cerita Seks 2016
Tanpa ada menanti jawabanku, dia nekat mencium bibirku dengan penuh napsu. Saya kaget namun tak menampik jadi menyongsong ciumannya, tangannya selekasnya menyambar toketku serta diremas2nya dengan gemas. “Sin, tuturnya lagi “aku ingin ngentotsama kamu”, tuturnya selalu jelas sembari selalu meremes2 toketku. Kancing bajuku mulai dibukanya satu persatu, lalu tangannya merogoh masuk dalam braku. Toketku segera diremesnya lagi, jari2nya lalu memlintir pentilku.
Saya jadi terangsang lantaran tingkahnya. “Ah, anda nakal ih”, kataku manja. “Tapi anda sukai kan diremes2 begini. Saya bisa pegang nonok anda ya Sin, telah kepengin nih aku”, tuturnya sembari buka retsluiting celanaku. Dia tak menanti lampu hijau dari saya namun segera action saja. Saya membiarkan perbuatannya. Celanaku jadi diplorotkan sampai kepaha hingga kelihatanlah CDku yang tidak tebal serta minim.
Dengan penuh napsu segera tanggannya menerobos ke sela2 pahaku serta menggosok-gosok memekku yang masihlah dilapis CD. “Sin telah basah banget nonok anda, anda telah napsu ya, jembut anda lebat banget Sin, tidak heran napsu anda besar, Anda belum pernah dientot di mobil kan Sin, kita ngentotnya dimobil saja ya”, tuturnya lagi. Saya bingung apakah membiarkan dia mengentoti saya atau tak, dalam hati sih saya kepengen. Maka dari itu saya membiarkan dia meraba semua badanku.
Saya buka retsluiting celananya juga, turunkan celananya, lalu saya merogoh masuk CDnya, wow kontolnya nyatanya besar serta panjang, ngacengnya telah keras sekali. “Gede sangat kontolmu” kataku. “Emangnya anda belum pernah merasakan kontol segede punyaku”, jawabnya bangga. “Gak segede kontolmu”, jawabku selalu jelas. “Wah jika gitu nonok anda masihlah sempit dong, hanya kelewatan kontol yang kecil, malem ini asyik dong kita ya. Anda ingin kan saya entot”, tuturnya sembari tertawa. kontol dia termasuk besar juga, keker, melengkung keatas serta urat-uratnya nonjol-nonjol. “Wah! … tentu cewek anda ngejerit jika anda entot dong”. “Iya, ngejerit keenakan. sebentar lagi anda juga jerit2, cewek yang jembutnya lebat kaya anda kan binal banget jika lagi dientot”, jawabnya.
Singkat narasi, kami berdua geser ke bangku belakang mobilnya. Pakaian serta celana ku dilepaskan serta dia segera saja meremas2 kembali toketku. Tidak lama lalu braku telah dilepasnya. Dia mencium keningku, lalu mataku. Saya terpejam nikmati ciuman serta remasannya ditoketku. Ciumannya turun ke hidungku, pipiku serta pada akhirnya mendarat di bibirku. Nafasku mulai agak memburu, kami berdua tenggelam dalam ciuman yang hangat. Dia mengarahkan mulutnya ke leherku, ke pundak, lantas turun ke toketku yang telah mengeras.
Dia memainkan lidahnya dipentilku yang juga telah mengeras, yang kiri serta lalu yang kanan. “Aah enak”, kataku terengah lantaran napsuku yang telah berkobar2. Dia selalu menciumi pentilku, lalu turun ke perutku serta menciumi puserku, saya senantiasa kegelian jika puserku di cium. Sembari mencium puserku, tangannya nyelip ke balik CD mini ku serta meraba memekku. automatis pahaku mengangkang agar dia gampang terhubung memekku. “Sin, ni jembut, lebat sangat, ” tuturnya sembari mengelus2 jembutku. Lalu jarinya tenggelam dimemekku serta selalu mengilik2 itilku. “Sin nonokmu telah basah banget, anda telah napsu sekali ya”, tuturnya. Saya tak menjawab perkataannya cuma mengerang keenakan lantaran kilikan jarinya ke itilku semakin cepat.
Mulutnya lalu menciumi jembutku serta lalu lidahnya menukar manfaat jarinya mengilik itilku. Saya makin tidak bisa menahan napsuku serta eranganku makin keras. Dia segera meremas ke-2 toketku serta memlintir2 pentilku. “aku telah ingin dientot nih, masukin dong kontol kamu”, kataku minta. Lidahnya selalu saja menjilati itilku hingga kembali saya mendesah keenakan. “Aah enak banget, walau sebenarnya baru dijilat. Terlebih jika disodok pakai kontol gede anda, lebih enak lagi, ayoo dong saya telah tidak tahan nih”, saya selalu merengek2 minta selekasnya dientot.
Dia merebahkan senderan bangku mobilnya hingga saya jadi berbaring, kakiku agak menekuk lantaran panjang mobilnya tak memenuhi. Dia selekasnya memposisikan dianya kedekat kepalaku “Sin, saya ingin merasakan dahulu diemut sama kamu”, tuturnya sembari mendekatkan kontolnya ke mulutku. Selekasnya kugapai kontolnya yang telah ngaceng serta kumasukan kontolnya yang besar serta melengkung dalam mulutku. Segera kuemut dengan keras. Dia mendorong kontolnya keluar masuk pelan ke mulutku sembari mendesis. Saya emut kontolnya selalu. “Sin diemut mulut kamuaja enaknya kaya begini, terlebih jika diemut nonok anda ya”, tuturnya sembari mempercepat enjotan kontolnya keluar masuk mulutku. “Sin, saya ngecret dimulut anda ya”, tuturnya. “Jangan, dimemekku saja, saya telah ingin merasakan kontol anda keluar masuk memekku”, jawabku.
Setelah makan, saya bercakap dimobilnya yang diparkir di pinggir pantai. Lantaran hari itu malam selasa, jadi suasananya sepi, tidak banyak mobil yang parkir di pantai itu. Kebetulan sekali kaca mobilnya begitu gelap lapisannya, hingga dari luar orang bakal sulit ngintip kedalam mobil. Mobil diparkir menghadap ke semak2 yang begitu rimbun hingga dari kaca depanpun orang tidak bisa ngintip kedalam mobil. Rupanya dia memanglah mencari tempat strategis.
Malam itu sekitaran jam 21. 30, meskipun kondisi di dalam mobil gelap, kami masihlah bisa melihat muka masing-masing. “Sin, kemana suami kamu”, tanyanya. “Dia repot sama kerjaannya”, jawabku. “Kasian deh anda, cobalah anda dahulu sama saya selalu, anda tidak bakal kesepian seperti saat ini deh”, tuturnya lagi. “Abis dahulu anda jika pacaran napsu banget sih, inginnya ngajak maen melulu”, jawabku lagi. “Kalo telah napsu kan harusnya selalu maen Sin, agar tidak jadi odol”, tuturnya sembari tersenyum. “Apanya yang jadi odol”, tanyaku tidak ngerti. “Kalo telah napsu, selalu tidak dikeluarin kan lama-lama mungkin saja odol didalem”, jawabnya sembari tertawa. “Dasar”, jawabku sembari mencubit pinggangnya. “Kamu dahulu kan tidak ingin dielus2, maunya pacaran pasfoto doang”, tuturnya lagi. “Kok cocok foto”, tanyaku tidak ngerti. “Iya, yang dipegang hanya bisa dagu keatas seperti pasfoto, gitu”, jawabnya.
Anda sendiri telah nikah atau masihlah pacaran” jawabku membelokkan perbincangan. “Aku masihlah sendiri, menclok dari satu kembang ke kembang lain”, jawabnya. “Terus ke semuanya kembang anda minta kesenangan dong”, tanyaku lagi. “La iya lah, soalnya jika dapet kan nikmat”, jawabnya. “Terus anda dikasi”, tanyaku selanjutnya. “Seringnya sih diberi, Jika saat ini saya minta ke anda diberi tidak Sin? Anda kan jablay”, tuturnya sembari memelukku. Berwajah dengan begitu perlahan didekatkan wajahku. Cerita Seks 2016
Tanpa ada menanti jawabanku, dia nekat mencium bibirku dengan penuh napsu. Saya kaget namun tak menampik jadi menyongsong ciumannya, tangannya selekasnya menyambar toketku serta diremas2nya dengan gemas. “Sin, tuturnya lagi “aku ingin ngentotsama kamu”, tuturnya selalu jelas sembari selalu meremes2 toketku. Kancing bajuku mulai dibukanya satu persatu, lalu tangannya merogoh masuk dalam braku. Toketku segera diremesnya lagi, jari2nya lalu memlintir pentilku.
Saya jadi terangsang lantaran tingkahnya. “Ah, anda nakal ih”, kataku manja. “Tapi anda sukai kan diremes2 begini. Saya bisa pegang nonok anda ya Sin, telah kepengin nih aku”, tuturnya sembari buka retsluiting celanaku. Dia tak menanti lampu hijau dari saya namun segera action saja. Saya membiarkan perbuatannya. Celanaku jadi diplorotkan sampai kepaha hingga kelihatanlah CDku yang tidak tebal serta minim.
Dengan penuh napsu segera tanggannya menerobos ke sela2 pahaku serta menggosok-gosok memekku yang masihlah dilapis CD. “Sin telah basah banget nonok anda, anda telah napsu ya, jembut anda lebat banget Sin, tidak heran napsu anda besar, Anda belum pernah dientot di mobil kan Sin, kita ngentotnya dimobil saja ya”, tuturnya lagi. Saya bingung apakah membiarkan dia mengentoti saya atau tak, dalam hati sih saya kepengen. Maka dari itu saya membiarkan dia meraba semua badanku.
Saya buka retsluiting celananya juga, turunkan celananya, lalu saya merogoh masuk CDnya, wow kontolnya nyatanya besar serta panjang, ngacengnya telah keras sekali. “Gede sangat kontolmu” kataku. “Emangnya anda belum pernah merasakan kontol segede punyaku”, jawabnya bangga. “Gak segede kontolmu”, jawabku selalu jelas. “Wah jika gitu nonok anda masihlah sempit dong, hanya kelewatan kontol yang kecil, malem ini asyik dong kita ya. Anda ingin kan saya entot”, tuturnya sembari tertawa. kontol dia termasuk besar juga, keker, melengkung keatas serta urat-uratnya nonjol-nonjol. “Wah! … tentu cewek anda ngejerit jika anda entot dong”. “Iya, ngejerit keenakan. sebentar lagi anda juga jerit2, cewek yang jembutnya lebat kaya anda kan binal banget jika lagi dientot”, jawabnya.
Singkat narasi, kami berdua geser ke bangku belakang mobilnya. Pakaian serta celana ku dilepaskan serta dia segera saja meremas2 kembali toketku. Tidak lama lalu braku telah dilepasnya. Dia mencium keningku, lalu mataku. Saya terpejam nikmati ciuman serta remasannya ditoketku. Ciumannya turun ke hidungku, pipiku serta pada akhirnya mendarat di bibirku. Nafasku mulai agak memburu, kami berdua tenggelam dalam ciuman yang hangat. Dia mengarahkan mulutnya ke leherku, ke pundak, lantas turun ke toketku yang telah mengeras.
Dia memainkan lidahnya dipentilku yang juga telah mengeras, yang kiri serta lalu yang kanan. “Aah enak”, kataku terengah lantaran napsuku yang telah berkobar2. Dia selalu menciumi pentilku, lalu turun ke perutku serta menciumi puserku, saya senantiasa kegelian jika puserku di cium. Sembari mencium puserku, tangannya nyelip ke balik CD mini ku serta meraba memekku. automatis pahaku mengangkang agar dia gampang terhubung memekku. “Sin, ni jembut, lebat sangat, ” tuturnya sembari mengelus2 jembutku. Lalu jarinya tenggelam dimemekku serta selalu mengilik2 itilku. “Sin nonokmu telah basah banget, anda telah napsu sekali ya”, tuturnya. Saya tak menjawab perkataannya cuma mengerang keenakan lantaran kilikan jarinya ke itilku semakin cepat.
Mulutnya lalu menciumi jembutku serta lalu lidahnya menukar manfaat jarinya mengilik itilku. Saya makin tidak bisa menahan napsuku serta eranganku makin keras. Dia segera meremas ke-2 toketku serta memlintir2 pentilku. “aku telah ingin dientot nih, masukin dong kontol kamu”, kataku minta. Lidahnya selalu saja menjilati itilku hingga kembali saya mendesah keenakan. “Aah enak banget, walau sebenarnya baru dijilat. Terlebih jika disodok pakai kontol gede anda, lebih enak lagi, ayoo dong saya telah tidak tahan nih”, saya selalu merengek2 minta selekasnya dientot.
Dia merebahkan senderan bangku mobilnya hingga saya jadi berbaring, kakiku agak menekuk lantaran panjang mobilnya tak memenuhi. Dia selekasnya memposisikan dianya kedekat kepalaku “Sin, saya ingin merasakan dahulu diemut sama kamu”, tuturnya sembari mendekatkan kontolnya ke mulutku. Selekasnya kugapai kontolnya yang telah ngaceng serta kumasukan kontolnya yang besar serta melengkung dalam mulutku. Segera kuemut dengan keras. Dia mendorong kontolnya keluar masuk pelan ke mulutku sembari mendesis. Saya emut kontolnya selalu. “Sin diemut mulut kamuaja enaknya kaya begini, terlebih jika diemut nonok anda ya”, tuturnya sembari mempercepat enjotan kontolnya keluar masuk mulutku. “Sin, saya ngecret dimulut anda ya”, tuturnya. “Jangan, dimemekku saja, saya telah ingin merasakan kontol anda keluar masuk memekku”, jawabku.
Dia melepas seluruh bajunya serta lalu menarik CDku sampai terlepas, kami telah bertelanjang bulat. Dia memposisikan badannya di antara ke-2 pahaku serta mengarahkan kontol gedenya ke memekku. Saya rasakan kepala kontolnya mulai masuk perlahan-lahan, ditekannya lagi sedikit hingga kontolnya mulai menyeruak sdiakit2 kedalam memekku. Nikmat banget rasa-rasanya memekku kegesek kontolnya yang besar serta keras itu. Perlahan-lahan namun tentu kontolnya nancep semakin dalam ke memekku. Kurasakan memekku telah mulai basah lantaran gesekan kontolnya yang nyaris masuk semuanya.
Pada akhirnya dia mendorongkan kontolnya dengan cepat serta mendadak hingga nancap semua di memekku. “ssshhhhh….. ”, erangku sembari terpejam. Dia mulai mengenjot kontolnya keluar masuk memekku dengan cepat serta keras. Saya rasakan nikmat yang mengagumkan. Saya mulai memundur-majukan pantatku, sebentar kuputar goyanganku kekiri, selanjutnya kekanan, memutar, menyertai enjotan kontolnya di memekku. Saya meremas rambutnya, sesekali tubuhnya kupeluk erat2. Badanku serta dia berkeringat lantaran dalam ruang mobil mulai panas, tetapi saya tak peduli lantaran tengah rasakan nikmat. Dia selalu mengenjotkan kontolnya dengan cepat serta keras.
Saya terasa udah pengen nyampe, “cepetean ngenjotnya, lebih keras lagi, enak banget kontolmu”, Kakiku kuangkat ke atas memutari pinggangnya hingga rasa-rasanya kontolnya nancep semakin dalam di memekku. Pada akhirnya “aahhhh”, kurasakan memekku menegang serta mengejut-ngejut menjepit kontolnya. “Sin, nonokmu nikmat bangetnya dapat ngempot, baru kesempatan ini saya merasakan empotan nonok senikmat empotan kamu”, tuturnya sembari selalu mengenjotkan kontolnya. “Aaahhhhh…. gila…. ini nikmat sekali… “, dia menancapkan kontolnya sedalam2nya ke memekku serta ngecretlah pejunya.
Merasa pejunya muncrat sekian kali dalam memekku, pejunya muncrat sangat banyak. Saya terkulai lemes, kupeluk dia “Sin, enak banget ngentot sama anda, rasa-rasanya beda sama cewek yang lain yang pernah kuentoti”, tuturnya. “Aku juga nikmat, setelah kontol anda gede banget. Saya ingin lagi deh, kita mencari kamar yuk. Umumnya terkecuali di mobil anda ngentotnya dimana” ajakku. Dia segera mencabut kontolnya, mengambil tisu serta diberikannya kepadaku untuk mengelap nonok serta keringetku. Diapun mengusap keringat serta kontolnya dengan tisu. Tisu sisanya dibuang ke luar jendela yang telah di buka sdikit agar udara didalem mobil tidaklah terlalu panas.
Kami menggunakan baju kembali serta dia membawaku ke motel didekat pantai. Sampai dimotel, saya segera masuk ke kamarnya. Iseng saya hidupkan TVnya, nyatanya motelnya menanyangkan film biru, wanita dengan muka asia tengah nungging dientot sama bule. kontol si bule yang besar serta panjang keluar masuk nonok sicewek, serta ceweknya ber ah uh, seperti lazimnya film biru.
Saya duduk ditempat tidur, napsu juga saya nonton filmnya, sesaat dia tengah membereskan pembayaran sewa kamar. Lalu dia duduk disebelahku ditempat tidur, turut nonton. Saya merapatkan ke tubuhnya, toketku samping kiri telah nempel di tubuhnya. kontolnya kuraba, nyatanya telah ngaceng lagi dengan kerasnya. Dia membalas meremes toketku. Selekasnya saja bajuku dilepasnya semua. Segera dia kembali meremes2 toketku sembari mencium bibirku. Saya berbaring di tempat tidur, dia mulai menciumi toketku serta mengisap pentilku.
Tangan satunya menyebar kebawah serta mengkilik2 nonok serta itilku. Saya merintih2 lantaran napsuku telah naik lagi. Selekasnya dia melepas bajunya sendiri serta berbaring disebelahku. kontolnya yang telah keras sekali kuremes2 serta kukocok2. Dia memutar tubuhnya ke posisi 69 serta mulai menjilati nonok serta itilku di antara pahaku yang telah mengangkang lebar2. Jembutku dielus2nya sembari selalu mengemut itilku. Saya telah tidak bisa menahan napsuku yang telah berkobar2. kontolnya selekasnya kuemut2.
Pada akhirnya saya mengambil gagasan menaiki tubuhnya, menduduki kontolnya hingga kontolnya kembali menyusup kedalam memekku, kutekan dengan keras hingga sebentar saja kontolnya telah nancep semua ke memekku. Saya mulai mengenjot kontolnya dengan menaik-turunkan pantatku. kontolnya keluar masuk memekku selaras dengan enjotan pantatku. Saya telah tidak tahan lagi, hingga enjotanku semakin cepet serta keras. Toketku diremas2nya, serta pentilku kadang-kadang diemut2nya. “aku ingin nyampe, enak banget kontolmu deh”, erangku serta pada akhirnya saya ambruk di atas tubuhnya. Merasa memekku kedutan meremes2 kontolnya.
Dia selekasnya berguling hingga saya telentang dibawahnya. Dia melanjutkan permainan dengan mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat serta keras. Sangat nikmat, baru nyampe telah dienjot dengan keras. Dia selalu saja mengenjot memekku dengan cepat serta keras, “Sin, tadi empotan nonokmu kerasa banget deh, lebih kerasa katimbang di mobil. Nikmat banget deh Sin ngentot sama kamu”. Tidak lama lagi pada akhirnya dia juga nyaris nyampe, “Sin keluarin sama2 ya, saya nyaris ngecret nih”. Saya tak menjawab, kakiku memutari pinggangnya serta kuteken keras2 hingga kontolnya nancep dalam sekali di memekku, hingga pada akhirnya saya bergetar lantaran nyampe lagi “nikmat banget, teken yang keras dong”.
Dia mengenjotkan kontolnya sedalam2nya di memekku serta melenguh “Sin, saya ngecret”. Merasa pejunya muncrat sekian kali di dalam memekku. Oh nikmat banget rasa-rasanya, lemes banget tubuhku, saya memeluk dia erat2, serta dia pada akhirnya berbaring disebelahku, kontolnya berlumuran peju serta cairan memekku. “lemes banget deh saya, ngentot sama anda kuras tenaga ya”, kataku. “Ya telah, tidur saja dahulu, kelak bangun tidur kita ngentot lagi”, jawabnya sembari memelukku. Lantaran capek, saya tertidur dipelukannya.
Saya tak tau berapakah lama tertidur dipelukannya. Saat saya terbangun, dia tengah memandangi wajahku yang masihlah ngantuk itu. “Sin, anda cantik sekali jika tengah tidur, sayangnya anda bukanlah istriku ya”. “Enggak jadi istri namun kan telah melayani napsunya kamu”, jawabku tersenyum. Dia bangun serta masuk kamar mandi, keluar dari kamar mandi, dia membawa gayung, sabun serta handuk.
Dia mulai bersihkan memekku yang belepotan pejunya serta lendirku sendiri. Sesudah bersih, dia masuk ke kamar mandi lagi, terdengar nada air yang dibuang serta keran yang di buka. Selang beberapa saat dia keluar dari kamar mandi membawa gayung yang tadi, komplit dengan sabun serta handuk. Rupanya dia ganti air digayung.
Dia duduk disebelahku serta mulai mengusap wajahku, selalu kebawah, ke toketku, perutku, memekku lagi, pahaku hingga ke telapak kakiku. Saya jadi merinding, terlebih saat toket, puser, memek serta pahaku dielus2nya dengan handuk basah. Terlebih ruang dingin lantaran AC tetaplah menyala. Saya cuma terpejam saja, menahan gelinya usapan handuk. Selesainya dia berkata, “Gantian dong”. Saya lekas buang air yang ada digayung serta mengisinya dengan air yang baru.
Pada akhirnya dia mendorongkan kontolnya dengan cepat serta mendadak hingga nancap semua di memekku. “ssshhhhh….. ”, erangku sembari terpejam. Dia mulai mengenjot kontolnya keluar masuk memekku dengan cepat serta keras. Saya rasakan nikmat yang mengagumkan. Saya mulai memundur-majukan pantatku, sebentar kuputar goyanganku kekiri, selanjutnya kekanan, memutar, menyertai enjotan kontolnya di memekku. Saya meremas rambutnya, sesekali tubuhnya kupeluk erat2. Badanku serta dia berkeringat lantaran dalam ruang mobil mulai panas, tetapi saya tak peduli lantaran tengah rasakan nikmat. Dia selalu mengenjotkan kontolnya dengan cepat serta keras.
Saya terasa udah pengen nyampe, “cepetean ngenjotnya, lebih keras lagi, enak banget kontolmu”, Kakiku kuangkat ke atas memutari pinggangnya hingga rasa-rasanya kontolnya nancep semakin dalam di memekku. Pada akhirnya “aahhhh”, kurasakan memekku menegang serta mengejut-ngejut menjepit kontolnya. “Sin, nonokmu nikmat bangetnya dapat ngempot, baru kesempatan ini saya merasakan empotan nonok senikmat empotan kamu”, tuturnya sembari selalu mengenjotkan kontolnya. “Aaahhhhh…. gila…. ini nikmat sekali… “, dia menancapkan kontolnya sedalam2nya ke memekku serta ngecretlah pejunya.
Merasa pejunya muncrat sekian kali dalam memekku, pejunya muncrat sangat banyak. Saya terkulai lemes, kupeluk dia “Sin, enak banget ngentot sama anda, rasa-rasanya beda sama cewek yang lain yang pernah kuentoti”, tuturnya. “Aku juga nikmat, setelah kontol anda gede banget. Saya ingin lagi deh, kita mencari kamar yuk. Umumnya terkecuali di mobil anda ngentotnya dimana” ajakku. Dia segera mencabut kontolnya, mengambil tisu serta diberikannya kepadaku untuk mengelap nonok serta keringetku. Diapun mengusap keringat serta kontolnya dengan tisu. Tisu sisanya dibuang ke luar jendela yang telah di buka sdikit agar udara didalem mobil tidaklah terlalu panas.
Kami menggunakan baju kembali serta dia membawaku ke motel didekat pantai. Sampai dimotel, saya segera masuk ke kamarnya. Iseng saya hidupkan TVnya, nyatanya motelnya menanyangkan film biru, wanita dengan muka asia tengah nungging dientot sama bule. kontol si bule yang besar serta panjang keluar masuk nonok sicewek, serta ceweknya ber ah uh, seperti lazimnya film biru.
Saya duduk ditempat tidur, napsu juga saya nonton filmnya, sesaat dia tengah membereskan pembayaran sewa kamar. Lalu dia duduk disebelahku ditempat tidur, turut nonton. Saya merapatkan ke tubuhnya, toketku samping kiri telah nempel di tubuhnya. kontolnya kuraba, nyatanya telah ngaceng lagi dengan kerasnya. Dia membalas meremes toketku. Selekasnya saja bajuku dilepasnya semua. Segera dia kembali meremes2 toketku sembari mencium bibirku. Saya berbaring di tempat tidur, dia mulai menciumi toketku serta mengisap pentilku.
Tangan satunya menyebar kebawah serta mengkilik2 nonok serta itilku. Saya merintih2 lantaran napsuku telah naik lagi. Selekasnya dia melepas bajunya sendiri serta berbaring disebelahku. kontolnya yang telah keras sekali kuremes2 serta kukocok2. Dia memutar tubuhnya ke posisi 69 serta mulai menjilati nonok serta itilku di antara pahaku yang telah mengangkang lebar2. Jembutku dielus2nya sembari selalu mengemut itilku. Saya telah tidak bisa menahan napsuku yang telah berkobar2. kontolnya selekasnya kuemut2.
Pada akhirnya saya mengambil gagasan menaiki tubuhnya, menduduki kontolnya hingga kontolnya kembali menyusup kedalam memekku, kutekan dengan keras hingga sebentar saja kontolnya telah nancep semua ke memekku. Saya mulai mengenjot kontolnya dengan menaik-turunkan pantatku. kontolnya keluar masuk memekku selaras dengan enjotan pantatku. Saya telah tidak tahan lagi, hingga enjotanku semakin cepet serta keras. Toketku diremas2nya, serta pentilku kadang-kadang diemut2nya. “aku ingin nyampe, enak banget kontolmu deh”, erangku serta pada akhirnya saya ambruk di atas tubuhnya. Merasa memekku kedutan meremes2 kontolnya.
Dia selekasnya berguling hingga saya telentang dibawahnya. Dia melanjutkan permainan dengan mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat serta keras. Sangat nikmat, baru nyampe telah dienjot dengan keras. Dia selalu saja mengenjot memekku dengan cepat serta keras, “Sin, tadi empotan nonokmu kerasa banget deh, lebih kerasa katimbang di mobil. Nikmat banget deh Sin ngentot sama kamu”. Tidak lama lagi pada akhirnya dia juga nyaris nyampe, “Sin keluarin sama2 ya, saya nyaris ngecret nih”. Saya tak menjawab, kakiku memutari pinggangnya serta kuteken keras2 hingga kontolnya nancep dalam sekali di memekku, hingga pada akhirnya saya bergetar lantaran nyampe lagi “nikmat banget, teken yang keras dong”.
Dia mengenjotkan kontolnya sedalam2nya di memekku serta melenguh “Sin, saya ngecret”. Merasa pejunya muncrat sekian kali di dalam memekku. Oh nikmat banget rasa-rasanya, lemes banget tubuhku, saya memeluk dia erat2, serta dia pada akhirnya berbaring disebelahku, kontolnya berlumuran peju serta cairan memekku. “lemes banget deh saya, ngentot sama anda kuras tenaga ya”, kataku. “Ya telah, tidur saja dahulu, kelak bangun tidur kita ngentot lagi”, jawabnya sembari memelukku. Lantaran capek, saya tertidur dipelukannya.
Saya tak tau berapakah lama tertidur dipelukannya. Saat saya terbangun, dia tengah memandangi wajahku yang masihlah ngantuk itu. “Sin, anda cantik sekali jika tengah tidur, sayangnya anda bukanlah istriku ya”. “Enggak jadi istri namun kan telah melayani napsunya kamu”, jawabku tersenyum. Dia bangun serta masuk kamar mandi, keluar dari kamar mandi, dia membawa gayung, sabun serta handuk.
Dia mulai bersihkan memekku yang belepotan pejunya serta lendirku sendiri. Sesudah bersih, dia masuk ke kamar mandi lagi, terdengar nada air yang dibuang serta keran yang di buka. Selang beberapa saat dia keluar dari kamar mandi membawa gayung yang tadi, komplit dengan sabun serta handuk. Rupanya dia ganti air digayung.
Dia duduk disebelahku serta mulai mengusap wajahku, selalu kebawah, ke toketku, perutku, memekku lagi, pahaku hingga ke telapak kakiku. Saya jadi merinding, terlebih saat toket, puser, memek serta pahaku dielus2nya dengan handuk basah. Terlebih ruang dingin lantaran AC tetaplah menyala. Saya cuma terpejam saja, menahan gelinya usapan handuk. Selesainya dia berkata, “Gantian dong”. Saya lekas buang air yang ada digayung serta mengisinya dengan air yang baru.
Saya kembali pada tempat tidur serta mulai mengelap muka, leher, dada serta perutnya dengan handuk basah. kontolnya kukocok2 serta kepalanya kuemut2. “Enggak dilap jadi diemut”, tuturnya. Saya tak menjawab lantaran kepalaku tengah mengangguk2 hingga kontolnya keluar masuk di mulutku. Cukup lama saya mengemut kontolnya, sampai pelan2 kontolnya mulai mengeras lagi. Selekasnya kontolnya kukocok2 dengan cepat hingga ngaceng prima. “sudah siap tempur lagi nih kontolmu”. Dia tak menjawab, namun selekasnya memeluk serta mencium bibirku.
Tangannya selekasnya meremas2 toketku serta lalu kembali mengilik2 itilku. Dia tau kalau napsuku bakal cepat berkobar jika itilku dikilik2, dia benar – tidak lama lalu saya telah napsu kembali serta ingin selekasnya dientot. “aku telah ingin merasakan kontolmu keluar masuk nonokku lagi, masukin dong”, saya merengek2.
Dia pada akhirnya menaiki saya serta selekasnya menancapkan kontolnya ke nonokku. Nikmat banget rasa-rasanya saat kontolnya yang besar itu selekasnya menyesaki nonokku lantaran telah nancep semua kdealam nonokku. Dia mulai mengenjot kontolnya keluar masuk nonokku dengan cepat serta keras. Saya mulai mengerang2 keenakan. Pantatku bergerak kekiri serta kekanan menyeimbangi enjotan kontolnya. Narasi Seks 2015
Toketku diremas2nya dengan ke-2 tangannya, dia bertumpu dengan sikutnya, hal semacam ini memberi rangsangan buatku. “Akhhh… Oukkkhhh” seruku kesenangan. Dia memelukku erat serta mempercepat enjotan kontolnya, semakin lama semakin cepat serta keras. Saya tidak bisa menahan serangannya lagi, hingga pada akhirnya saya melolong “aku nyampe lagi, nikmat banget ngentot sama anda deh”. nonokku merasa berdenyut2 meremas kontolnya hingga dia juga meringis keenakan “Aah Sin, empotan nonok anda kerasa banget. kontolku kaya tengah diemut serta diremes.
Empotanmu hebat banget Sin”. Dia mencabut kontolnya dari nonokku, saya ditunggingkannya serta dia menancapkan kontolnya ke nonokku dengan keras, sekali enjot kontolnya telah masuk semuanya. Lalu dia mulai lagi mengenjot nonokku dari belakang. Saya nelungkup ke bantal menahan rasa nikmat yang mengagumkan saat dienjot kontolnya. Dia memegang pantatku sembari mengenjotkan kontolnya dengan cepat serta keras.
Saya tidak tahan untuk nyampe lagi, mengagumkan enjotannya yang demikian merangsang saya hingga saya cepat sekali nyampe. “aku ingin nyampe lagi, aakh”, seruku serta saya ambruk ke tempat tidur. “Sin, anda cepet banget nyampenya, saya belum kerasa ingin ngecret”, tuturnya. “Abis kontolmu enak banget, anda pinter banget ngenjotnya. Terusin saja sampai anda ngecret lagi dinonokku”, jawabku.
Dia menelentangkan ku serta selekasnya dinaikinya badanku. kontolnya kembali ambles dinonokku serta dia mulai mengenjotkan keluar masuk dengan cepat. Jika ditekan, kontolnya ambles semuanya di nonokku, ooh nikmat banget rasa-rasanya. Dia dengan perkasa selalu mengenjotkan kontolnya keluar masuk. Sesudah ngecret 2 kali dinonokku, nyatanya dia dapat bertahan lebih lama. Terkadang kontolnya dicabut dari nonokku, serta sebentar lalu ditancepkannya kembali dengan keras hingga dengan sekali sodok segera nancep semua ke nonokku. “nikmat benget enjotanmu yang baru saja, selalu, yang keras”, saya merintih2.
Dia melanjutkan langkah enjotannya. Saya kembali berteriak2 keenakan. Saya menggoyangkan pinggulku kekiri serta kekanan,. saat kontolnya dicabut, pantatku refleks mengangkat keatas untuk menghindar kontolnya terlepas dari nonokku. Dia merubah style enjotannya, setelah menjotkan kontolnya sampai masuk semuanya, dia menarik kontolnya separuh sekian kali lalu digentakkannya kembali hingga nancep kebagian terdalam dari nonokku. “Aaakh, semakin lama dientot anda semakin nikmat rasa-rasanya, saya lemes banget deh”, kataku kepayahan. Dia selalu mempermainkan nonokku dengan cara tersebut. Lalu dia memelukku erat2, menciumi muka serta bibirku.
kontolnya tak dienjotkan lantaran telah nancep dalam sekali, namun digerak2kan. Lebih nikmat lagi rasa-rasanya lantaran seakan2 kontolnya tengah menggaruk2 nonokku. “pinter banget sih anda kasih kesenangan sama aku”, teriakku. Dia mulai lagi mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan keras serta cepat. Saya menggeliat2 keenakan sembari mengerang2. Saya membelitkan kakiku ke pinggangnya, agar dia hanya dapat mengeluar-masukkan kontolnya ke nonokku tanpa ada dapat mencabutnya. “Sin, saya telah ingin ngecret”, pada akhirnya dia melenguh. Kakiku yang melingkar dipinggangnya kuturunkan, saya mengangkang selebar2nya lantaran saya meyakini dia bakal mengenjotkan kontolnya lebih cepat serta keras lagi. Dia dengan terengah2 selalu mengenjot nonokku, hingga pada akhirnya “Sin, saya ngecret”.
Merasa pejunya muncrat sekian kali dalam nonokku, serta berbarengan dengan itu akupun nyampe lagi “aakh nikmat banget malem ini, anda mengagumkan sekali hingga saya nyampe 3 kali baru anda ngecret”. nonokku merasa berdenyut2 meremas2 kontolnya. Keringatku bercampur dengan keringatnya yang membanjir meskipun AC dalam kamar menyala. Sesudah denyut jantung kembali normal, kami masuk kamar mandi serta bersihkan diri. “Kita istirahat saja ya Sin, besok baru pulang”. “iya, saya lemes banget nih, namun besok sebelumnya check out saya dientot lagi ya”
Saat saya terbangun kembali, kulihat di telah terbangun serta turun dari ranjang ke kamar mandi. “Sin, tidur saja lagi masihlah gelap diluar”. Saya lihat jam tangan, jam 5 melalui. Namun saya terasa lapar, mungkin saja lantaran semalam usaha keras dengan dia. Dia kembali dari kamar mandi. “aku laper nih”, kataku. Dia tersenyum “Semalem usaha keras ya Sin”, “Iyalah, kamunya sih tidak puas2 ngentotnya”, jawabku. “Tapi sukai kan”, tuturnya lagi.
“Suka banget, enak kok tidak suka”, jawabku. Dia menelpon room service pesan makan pagi. Selang beberapa saat, pesanannya datang. Saya selekasnya masuk ke kamar mandi serta dia dengan cuma balutan handuk terima serta membayar pesanan makanan itu. Kemudian, meskipun masihlah gelap selekasnya makanan kusantap dengan lahap. Setelah makan saya masuk kekamar mandi bersihkan diri. “Sin, ngapain bebersih, kan sebentar lagi keringatan lagi”, tuturnya dari ranjang.
Saat keluar dari kamar mandi, dia telah berbaring di ranjang sembari mengelus2 kontolnya. Saya berbaring disampingnya serta selekasnya mengelus2 kontolnya juga. Dia membiarkan saya mengelus2 kontolnya, kuremas2 serta mulai kukocok2. Tidak lama lalu kontolnya mulai mengeras. Dia mulai mencium bibirku dengan napsu, toketku juga diremas2nya dengan gemas. Perlahan-lahan dia mulai menciumi toketku, pentilku jadi tujuan emutannya, saya mendesah2 keenakan.
Tangannya selekasnya meremas2 toketku serta lalu kembali mengilik2 itilku. Dia tau kalau napsuku bakal cepat berkobar jika itilku dikilik2, dia benar – tidak lama lalu saya telah napsu kembali serta ingin selekasnya dientot. “aku telah ingin merasakan kontolmu keluar masuk nonokku lagi, masukin dong”, saya merengek2.
Dia pada akhirnya menaiki saya serta selekasnya menancapkan kontolnya ke nonokku. Nikmat banget rasa-rasanya saat kontolnya yang besar itu selekasnya menyesaki nonokku lantaran telah nancep semua kdealam nonokku. Dia mulai mengenjot kontolnya keluar masuk nonokku dengan cepat serta keras. Saya mulai mengerang2 keenakan. Pantatku bergerak kekiri serta kekanan menyeimbangi enjotan kontolnya. Narasi Seks 2015
Toketku diremas2nya dengan ke-2 tangannya, dia bertumpu dengan sikutnya, hal semacam ini memberi rangsangan buatku. “Akhhh… Oukkkhhh” seruku kesenangan. Dia memelukku erat serta mempercepat enjotan kontolnya, semakin lama semakin cepat serta keras. Saya tidak bisa menahan serangannya lagi, hingga pada akhirnya saya melolong “aku nyampe lagi, nikmat banget ngentot sama anda deh”. nonokku merasa berdenyut2 meremas kontolnya hingga dia juga meringis keenakan “Aah Sin, empotan nonok anda kerasa banget. kontolku kaya tengah diemut serta diremes.
Empotanmu hebat banget Sin”. Dia mencabut kontolnya dari nonokku, saya ditunggingkannya serta dia menancapkan kontolnya ke nonokku dengan keras, sekali enjot kontolnya telah masuk semuanya. Lalu dia mulai lagi mengenjot nonokku dari belakang. Saya nelungkup ke bantal menahan rasa nikmat yang mengagumkan saat dienjot kontolnya. Dia memegang pantatku sembari mengenjotkan kontolnya dengan cepat serta keras.
Saya tidak tahan untuk nyampe lagi, mengagumkan enjotannya yang demikian merangsang saya hingga saya cepat sekali nyampe. “aku ingin nyampe lagi, aakh”, seruku serta saya ambruk ke tempat tidur. “Sin, anda cepet banget nyampenya, saya belum kerasa ingin ngecret”, tuturnya. “Abis kontolmu enak banget, anda pinter banget ngenjotnya. Terusin saja sampai anda ngecret lagi dinonokku”, jawabku.
Dia menelentangkan ku serta selekasnya dinaikinya badanku. kontolnya kembali ambles dinonokku serta dia mulai mengenjotkan keluar masuk dengan cepat. Jika ditekan, kontolnya ambles semuanya di nonokku, ooh nikmat banget rasa-rasanya. Dia dengan perkasa selalu mengenjotkan kontolnya keluar masuk. Sesudah ngecret 2 kali dinonokku, nyatanya dia dapat bertahan lebih lama. Terkadang kontolnya dicabut dari nonokku, serta sebentar lalu ditancepkannya kembali dengan keras hingga dengan sekali sodok segera nancep semua ke nonokku. “nikmat benget enjotanmu yang baru saja, selalu, yang keras”, saya merintih2.
Dia melanjutkan langkah enjotannya. Saya kembali berteriak2 keenakan. Saya menggoyangkan pinggulku kekiri serta kekanan,. saat kontolnya dicabut, pantatku refleks mengangkat keatas untuk menghindar kontolnya terlepas dari nonokku. Dia merubah style enjotannya, setelah menjotkan kontolnya sampai masuk semuanya, dia menarik kontolnya separuh sekian kali lalu digentakkannya kembali hingga nancep kebagian terdalam dari nonokku. “Aaakh, semakin lama dientot anda semakin nikmat rasa-rasanya, saya lemes banget deh”, kataku kepayahan. Dia selalu mempermainkan nonokku dengan cara tersebut. Lalu dia memelukku erat2, menciumi muka serta bibirku.
kontolnya tak dienjotkan lantaran telah nancep dalam sekali, namun digerak2kan. Lebih nikmat lagi rasa-rasanya lantaran seakan2 kontolnya tengah menggaruk2 nonokku. “pinter banget sih anda kasih kesenangan sama aku”, teriakku. Dia mulai lagi mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan keras serta cepat. Saya menggeliat2 keenakan sembari mengerang2. Saya membelitkan kakiku ke pinggangnya, agar dia hanya dapat mengeluar-masukkan kontolnya ke nonokku tanpa ada dapat mencabutnya. “Sin, saya telah ingin ngecret”, pada akhirnya dia melenguh. Kakiku yang melingkar dipinggangnya kuturunkan, saya mengangkang selebar2nya lantaran saya meyakini dia bakal mengenjotkan kontolnya lebih cepat serta keras lagi. Dia dengan terengah2 selalu mengenjot nonokku, hingga pada akhirnya “Sin, saya ngecret”.
Merasa pejunya muncrat sekian kali dalam nonokku, serta berbarengan dengan itu akupun nyampe lagi “aakh nikmat banget malem ini, anda mengagumkan sekali hingga saya nyampe 3 kali baru anda ngecret”. nonokku merasa berdenyut2 meremas2 kontolnya. Keringatku bercampur dengan keringatnya yang membanjir meskipun AC dalam kamar menyala. Sesudah denyut jantung kembali normal, kami masuk kamar mandi serta bersihkan diri. “Kita istirahat saja ya Sin, besok baru pulang”. “iya, saya lemes banget nih, namun besok sebelumnya check out saya dientot lagi ya”
Saat saya terbangun kembali, kulihat di telah terbangun serta turun dari ranjang ke kamar mandi. “Sin, tidur saja lagi masihlah gelap diluar”. Saya lihat jam tangan, jam 5 melalui. Namun saya terasa lapar, mungkin saja lantaran semalam usaha keras dengan dia. Dia kembali dari kamar mandi. “aku laper nih”, kataku. Dia tersenyum “Semalem usaha keras ya Sin”, “Iyalah, kamunya sih tidak puas2 ngentotnya”, jawabku. “Tapi sukai kan”, tuturnya lagi.
“Suka banget, enak kok tidak suka”, jawabku. Dia menelpon room service pesan makan pagi. Selang beberapa saat, pesanannya datang. Saya selekasnya masuk ke kamar mandi serta dia dengan cuma balutan handuk terima serta membayar pesanan makanan itu. Kemudian, meskipun masihlah gelap selekasnya makanan kusantap dengan lahap. Setelah makan saya masuk kekamar mandi bersihkan diri. “Sin, ngapain bebersih, kan sebentar lagi keringatan lagi”, tuturnya dari ranjang.
Saat keluar dari kamar mandi, dia telah berbaring di ranjang sembari mengelus2 kontolnya. Saya berbaring disampingnya serta selekasnya mengelus2 kontolnya juga. Dia membiarkan saya mengelus2 kontolnya, kuremas2 serta mulai kukocok2. Tidak lama lalu kontolnya mulai mengeras. Dia mulai mencium bibirku dengan napsu, toketku juga diremas2nya dengan gemas. Perlahan-lahan dia mulai menciumi toketku, pentilku jadi tujuan emutannya, saya mendesah2 keenakan.
“Terus dong, enak”, erangku. Bibirnya selalu menjelajah kebawah, ke nonokku. Pahaku dikangkangkannya, hingga belahan nonokku menganga. Dia mulai menjilati nonokku yang telah basah. Saya lebih melenguh2 saat itilku jadi tujuan jilatannya yang tersebut. “enak banget, saya telah napsu nih. Dientot dong”, pintaku. Dia tak memperdulikan eranganku, jadi itilku diemutnya, sesaat tangannya selalu meremas2 toketku serta memlintir2 pentilku. Rangsangan yang saya terima pagi buta itu semakin besar hingga pada akhirnya saya tidak bisa menahan diriku lagi, “aku nyampe aah”. “Cepat banget Sin, belum dientot”, jawabnya. Saya terkulai lemas lantaran telah nyampe, kontolnya selekasnya kuremas2 lagi. Dia kembali mencium bibirku dengan ganas, saya menyongsong ciumannya. Lidahku selekasnya melilit lidahnya serta dia mengisap lidahku yang masuk kemulutnya. Toketku selalu diremas2nya. “Sin, isep kontolku dong”, pintanya, selekasnya saja saya mengubah posisi serta mulai menjilati kontolnya yang telah keras banget ngacengnya. Kepala kontolnya mulai kuemut serta selang beberapa saat kepalaku mulai mengangguk2, mengeluar masukan kontolnya ke mulutku. Gilirannya yang melenguh, “Enak banget Sin”. nonokku yang berasa dekat mulutnya kembali jadi tujuan, Lidahnya selekasnya menyerbu masuk serta mulai menjilat itilku lagi. Napsuku dengan cepat berkobar kembali.
Saya direbahkannya serta badannya segera menindihku sambil menciumi bibirku. kontolnya diarahkan sampai ada pas di depan mulut nonokku, digosok-gosokkannya kontolnya di lipatan nonokku. Sensasinya begitu mengenakkan, saya memeluknya erat sekali sembari selalu mengerang nikmat. nonokku makin basah serta perlahan-lahan kontolnya yang besar menekan masuk kedalam nonokku.
Saya mengangkat ke-2 kakinya sampai selakanganku lebih terbuka lebar hingga kontolnya dengan leluasa menerobos masuk nonokku. Saya mengeluh, “Aduh.., enak banget deh”. Waktu itu kontolnya sudah masuk semuanya, dia diam sesaat serta lalu dengan perlahan-lahan mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk, makin lama makin kencang sampai masuk nonokku sampai mentok. Dia selalu mengenjotkan kontolnya dengan penuh napsu sembari melumat habis bibirku serta meremas toketku yang mengeras. Ciumannya mulai turun ke leherku, saya mendesah kesenangan.
“aku nyaris.. ” saya semakin mendesah tidak karuan. Dia tak memperdulikan eranganku, kontolnya selalu dienjotkan keluar masuk nonokku dengan keras serta cepat. Saya selalu mendesah desah, sesaat enjotan kontolnya semakin cepat saja kdealam nonokku. “haku ingin lagi.. Ahh.. ”, rintihku. “Aku juga Sin.. ”, balasnya. Enjotannya dipercepat serta pada akhirnya pejunya muncrat penuhi nonokku. Berbarengan dengan itu, saya mengejang keenakan. Saya nyampe bersamaan dengan dia. nonokku merasa berdenyut2 meremas2 kontolnya.
Saya direbahkannya serta badannya segera menindihku sambil menciumi bibirku. kontolnya diarahkan sampai ada pas di depan mulut nonokku, digosok-gosokkannya kontolnya di lipatan nonokku. Sensasinya begitu mengenakkan, saya memeluknya erat sekali sembari selalu mengerang nikmat. nonokku makin basah serta perlahan-lahan kontolnya yang besar menekan masuk kedalam nonokku.
Saya mengangkat ke-2 kakinya sampai selakanganku lebih terbuka lebar hingga kontolnya dengan leluasa menerobos masuk nonokku. Saya mengeluh, “Aduh.., enak banget deh”. Waktu itu kontolnya sudah masuk semuanya, dia diam sesaat serta lalu dengan perlahan-lahan mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk, makin lama makin kencang sampai masuk nonokku sampai mentok. Dia selalu mengenjotkan kontolnya dengan penuh napsu sembari melumat habis bibirku serta meremas toketku yang mengeras. Ciumannya mulai turun ke leherku, saya mendesah kesenangan.
“aku nyaris.. ” saya semakin mendesah tidak karuan. Dia tak memperdulikan eranganku, kontolnya selalu dienjotkan keluar masuk nonokku dengan keras serta cepat. Saya selalu mendesah desah, sesaat enjotan kontolnya semakin cepat saja kdealam nonokku. “haku ingin lagi.. Ahh.. ”, rintihku. “Aku juga Sin.. ”, balasnya. Enjotannya dipercepat serta pada akhirnya pejunya muncrat penuhi nonokku. Berbarengan dengan itu, saya mengejang keenakan. Saya nyampe bersamaan dengan dia. nonokku merasa berdenyut2 meremas2 kontolnya.
“Enak banget Sin”, erangnya. Saya dipeluknya sembari mencium keningku, kon tolnya masihlah tertanam di nonokku hingga mengecil dengan sendirinya. Dia pada akhirnya mencabut kontolnya. Ranjang sudah begitu basah oleh cairan kami berdua. Lantas kami berdua kembali tidur sembari berpelukan sebagian lama. Saat bangun, selekasnya dia mengajakku bersihkan diri, kenakan pakaian serta cekout
Cerita Sex Ngentot Staffku Yang Manis
Memang masih banyak sekali perempuan yg belum sadar arti pentingnya orgasme, bahkan menurut penelitian hanya 35% perempuan yg dapat meraih orgasme, banyak hal-hal yeng mempengaruhi perempuan dalam meraih orgsme, baik dari faktor perempuanya ataupun laki-lakinya atau bahkan dari suasana, perasaan, dll. Termasuk Tyas ini, selama menikah 3 tahun lalu, dia belum tau apa itu orgasme, yg dia tau hanya rasa nikmat saat batang k0ntol suaimnya menusuk lubang memeknya, dan berakhirsaat k0ntol suaminya menyemburkan lendir kenikmatan ke dalam lubang memeknya.
Aku hanya geleng-geleng kepala mendengarkan ceritanya, lalu aku korek lebih dalam tentang perasaan, foreplay, gaya, waktu, dan lain-lain tentang hubungannya dgn suaminya, Dgn malu-malu Tyas pun menceritakan dgn jujur bahwa selama ini memang dia sendiri penasaran dgn apa yg namanya orgasme namun dia tak tahu harus bagaimana, yg jelas saat berhubungan dgn suaminya dia cukup foreplay, bahkan suaminya senang mengoral kewanitaannya sampai banjir, dan selama k0ntol suaminya masuk sama sekali tdk ada rasa sakit, yg ada hanya enak saja namun tdk bertepi, rasanya menggantung tdk ada ujung, dan tahu-tahu sudah berakhir dgn keluarnya sperma suaminya ke dalam kewanitaannya.
“Kira-kira berapa lama k0ntol suami kamu bertahan dalam kewanitaan kamu?” tanyaku.
“Mungkin sekitar 15 menit” jawabnya pasti.
“Gaya apa aja yg dipakai suami kamu?”
“Macam-macam, Pak, malah sampai nungging segala”
“Mungkin sekitar 15 menit” jawabnya pasti.
“Gaya apa aja yg dipakai suami kamu?”
“Macam-macam, Pak, malah sampai nungging segala”
Aku hanya tersenyum mendengar jawaban Tyas yg polos.
“Kira-kira berapa besar k0ntol suami kamu?”
“Berapa ya?, saya tdk tau Pak!” jawabnya bingung.
“Berapa ya?, saya tdk tau Pak!” jawabnya bingung.
Akupun jadi bingung dgn jawabannya, tp aku ada tdk kekurangan akal.
“Waktu kamu genggam punya suami kamu pakai tangan, masih ada lebihnya tdk?”
Tyas diam sejenak, mungkin sedang mengingat-ingat.
“Kayanya masih ada lebih, pas kepalanya, Pak!”
“Kayanya masih ada lebih, pas kepalanya, Pak!”
Aku tak dapat menahan senyumku.
“Maksud kamu, ‘helm’nya masih nongol?”
“Ya!” Tyaspun tersenyum jg.
“Ya!” Tyaspun tersenyum jg.
Cerita sex selingkuh, Aku suruh tangannya menggenggam, aku pandangi secara seksama tangannya yg sedang mengepal, yg berada dalam genggamanku, sungguh halus sekali, Namun aku sadar bahwa aku ditempat umum.
“Aku perkirakan k0ntol suami kamu berukuran 10-14 cm, berarti masih normal, Yas!”
“Bagaimana dgn kekerasannya?” tanyaku lagi.
“Keras sekali, Pak, seperti batu!”
“Bagaimana dgn kekerasannya?” tanyaku lagi.
“Keras sekali, Pak, seperti batu!”
Aku diam sejenak mencoba berfikir tentang penghambatnya meraih orgasme, sebab dari pembicaraan tadi sepertinya tdk ada masalah dalam kehidupan seksnya, tp kenapa Tyas tdk bisa meraih orgasmenya?
“Kok diam Pak?”
“Aku lagi mikir penyebabnya.”
“Apa mungkin masalah lamanya, Pak? Sebab sepertinya saya sedikit lagi mau mencapai ujung rasa enak, tp suami saya keburu keluar” terangnya.
“Aku lagi mikir penyebabnya.”
“Apa mungkin masalah lamanya, Pak? Sebab sepertinya saya sedikit lagi mau mencapai ujung rasa enak, tp suami saya keburu keluar” terangnya.
Aku diam sejenak, mencoba mencerna kata-katanya, tp tak lama Tyas sendiri membantahnya.
“Tp, tdk mungkin kali, Pak, sebab biarpun kadang lebih lama dari sepuluh menit, tp tetap saya merasa hampir di ujung terus, tanpa pernah terselesaikan.”
Aku sedikit mengerti maksudnya,
“Maksud kamu, kalau 10 menit kamu maunya semenit lagi? Namun kalau 12 menit atau 15 menit pun kamu maunya tetap semenit lagi?” tanyaku.
“Ya, betul, kenapa ya Pak?”
“Ya, betul, kenapa ya Pak?”
Aku kini mulai mengerti posisi sebenarnya, kemungkinan besar ada titik dalam memeknya yg belum tersentuh secara maksimal, Itu kesimpulan sementara, Namun aku belum sempat mengucapkan apa-apa, keburu jam istirahat kerja habis.
“Ya udah Yas, nanti kita terusin via SMS, oke?”
“Oke deh!” sahutnya riang sambil meninggalkan aku.
“Oke deh!” sahutnya riang sambil meninggalkan aku.
Di meja kerjaku, aku kembali memikirkan benar-benar masalah yg Tyas hadapi, sebenarnya ada niat untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, karena setelah aku pikir-pikir Tyas punya kelebihan di Toket dan pantatnya yg besar jg kulitnya yg bersih dgn bulu-bulu halus, Namun Tyas akrab dgn istriku, dan aku sendiri kenal sudah lama denganya dan suaminya, ini yg jadi masalah, Lama aku berfikir, akhirnya aku putuskan untuk mencoba menolongnya semampuku tanpa mengharapkan apapun darinya, Aku yakin aku bisa membantunya berbekal pada pengalamanku selama ini.
Aku kirim SMS kepadanya,
“Yas, Sepertinya masalah kamu agak kompleks, Kalau sempat, bisa tdk nanti pulang kerja kita cari tempat yg enak utk mengobrol?”
5 menit aku tunggu belum ada jawaban jg, Aku jadi tegang sendiri, jangan-jangan dia marah, karena aku dianggap kurang ajar, Tp untunglah tak lama HPku bergetar 2x pertanda SMS masuk, Aku langsung lihat pengirimnya Tyas, aku baca isinya.
“Boleh, tp jangan di tempat sepi ya.., kata nenek itu berbahaya”
Cerita selingkuh 2017, Aku tersenyum membaca balasannya yg sedikit bergurau, lalu aku balas kembali,
“Yas, jangan salah tangkap ajakanku ya.. aku cuma tdk enak saja kalau kita terlalu mencolok, karena kamu istri orang & aku suami orang jg”
Singkat kata Pukul 5 sore kami janjian ketemu di sebuah rumah makan yg nyaman di daerah Jakarta timur, Suasana rumah makan yg agak temaram menambah rileks obrolan kami, Sambil makan kami melanjutkan obrolan kami yg tadi siang, Aku utarakan kesimpulan sementaraku bahwa ada kurang sentuhan di area memeknya, aku sarankan agar nanti malam mencari titik tersebut dan jika sudah ketemu aku suruh Tyas meminta kepada suaminya untuk menekan lebih kuat saat hubungan intim, Tyas mengangguk mengerti.
“Menurut Bapak, apakah body saya cukup bagus?”
Tiba-tiba saja Tyas bertanya seperti itu. Aku kaget mendengarnya, berarti kemungkinan Tyas kurang percaya diri dgn tubuhnya, dan menurut yg aku tahu ini sangat berbahaya untuk meraih orgasme.
“Yas, dalam sebuah hubungan intim, Jangan merasa body kamu jelek atau memek kamu tdk wangi atau toket kamu jelek atau apa saja yg menurut kamu negatif, itu faktor yg sangat penting dalam meraih orgasme, Ingat Yas, kalau tubuh kamu tdk bagus kan tdk mungkin suami kamu mau mencumbu kamu, dan mau berhubungan dgn kamu!”
“Justru kamu harus berfikir bahwa wajah dan tubuh kamu sangat bagus, buktinya suami kamu minta melulu, kan?”
“Tp, saya tdk nyaman dgn perut saya yg tdk ramping”
“Yas, yg lebih gendut dari kamu banyak, ingat itu, lagian menurutku perut kamu tdk terlalu gendut, Biasa saja!” jawabku tegas.
“Pokoknya malam ini, kamu coba untuk menghilangkan rasa tdk percaya diri kamu, dan saat ada sentuhan nikmat yg kamu bilang tdk berujung, suruh suami kamu menekannya lebih kuat, itu saja dulu, besok aku tunggu kabarnya!”
“Tp, saya tdk nyaman dgn perut saya yg tdk ramping”
“Yas, yg lebih gendut dari kamu banyak, ingat itu, lagian menurutku perut kamu tdk terlalu gendut, Biasa saja!” jawabku tegas.
“Pokoknya malam ini, kamu coba untuk menghilangkan rasa tdk percaya diri kamu, dan saat ada sentuhan nikmat yg kamu bilang tdk berujung, suruh suami kamu menekannya lebih kuat, itu saja dulu, besok aku tunggu kabarnya!”
Aku jadi terkesan menyuruh, mungkin karena dikantor Tyas bawahanku, sehingga menjadi kebiasaan. Karena waktu sudah menunjukan jam 19.00 kami pun pulang ke rumah masing-masing, aku antar Tyas sampai tempat dia biasa menunggu angkot.
Keesokan paginya, Aku baru saja ngopi dan HP baru aku aktifkan, Sudah ada pesan dari Tyas, bunyinya singkat,
“Belum berhasil, Pak!”.
Aku lihat dikirim jam 23.10 malam, berarti kemungkinan Tyas mengirimnya saat baru selesai berhubungan dgn suaminya.
Sampai dikantor aku baru membalas SMSnya.
“Memang kenapa?”
Tak lama Tyas pun membalasnya.
“Tdk tahu kenapa, apa nanti sore kita bisa ketemu lagi, Pak?, saya merasa nyaman mengobrol dgn Bapak.”
Aku berfikir tentang arti pesannya, Apakah dia mengajakku selingkuh? Atau hanya perasaanku saja? Atau memang dia hanya ingin mengobrol saja? Sebagai lelaki jelas aku tdk mungkin menampiknya, Sorenya kami janjian di tempat yg kemaren, dan ungkapan Tyas yg jujur sangat mengagetkanku.
“Pak, terus terang, keinginan saya untuk meriah orgasme jadi tambah kuat, tp herannya malah saya inginnya dari Bapak, Entahlah saya yakin sekali saya bisa meraihnya bersama Bapak”
Jantungku terasa berhenti berdetak mendengarnya, belum selesai aku menenangkan pikiranku, Tyas kembali melanjutkan pembicaraannya.
“Tp bukan berarti saya ingin berhubungan dgn Bapak lho, saya hanya ingin tahu kenapa perasaan saya begini?”
Aku hanya diam, namun aku mengambil kesimpulan dalam hati bahwa kemungkinan Tyas terkesan dgn aku karena aku atasannya, bisa saja dia tanpa sadar kagum dgn cara kerjaku, atau apalah yg berhubungan dgn pekerjaan, Karena kalau secara fisik tdk mungkin, jauh lebih ganteng dan atletis suaminya dari pada aku.
Namun hal ini tdk aku ungkapkan kepadanya.
Namun hal ini tdk aku ungkapkan kepadanya.
Suasana hening diantara kami beberapa saat, tp tiba-tiba saja tangan Tyas meraih tanganku,
“Pak.” Hanya itu yg keluar dari mulutnya
Tatapan mata kami beradu, Aku melihat ada gairah disana, Aku balas meremas jarinya, Sentuhan halus kulitnya terasa menimbulkan percik-percik gairah di antara kami, Akhirnya aku beranikan diri untuk mengajaknya,
“Yas, Bagaimana kalau kita diskusi langsung dgn praktek untuk meraih orgasme kamu?” suaraku terasa agak bergetar, mungkin agak canggung.
“Terserah Bapak deh” jawabnya manja sambil mencubit tanganku.
“Terserah Bapak deh” jawabnya manja sambil mencubit tanganku.
Pucuk dicinta ulampun tiba, aku segera membayar makanan kami dan langsung menuju hotel, sepanjang jalan ke hotel, jari-jari kami saling bertaut mengantarkan kehangatan ke jiwa kami, Dan setelah sampai di kamar hotel yg asri, Kami lamgsung mulai.. Meskipun awalnya agak canggung, Namun akhirnya kami dapat menikmati semuanya,
Masih dalam keadaan berpakaian, aku memeluk tubuh Tyas yg padat, bibir kami saling melumat lembut, kadang lidah kami saling kait dan saling dorong, sehingga gairah di dada kami semakin membuncah, Satu per satu pakaian kami bertebaran dilantai, seiring dgn nafsu kami yg semakin menggebu, Kini Seluruh organ tubuhku bekerja untuk memenuhi hasrat Tyas, aku rebahkan tubuh mulusnya di ranjang, sungguh pemandangan yg indah dan mendebarkan, dgn kulit tubuh yg putih bersih kontras dgn bulu-bulu halus dipermukaan kulitnya apalagi di memeknya yg begitu lebat menghitam. Aku langsung mengelus toketnya yg padat dgn lembut, sementara mulut dan lidahku menciumi dan menjilati centi demi centi tubuhnya tanpa terlewati,
“Tubuh kamu bagus sekali, Yas!” Aku mencoba memberinya rasa percaya diri.
Sementara Jilatanku sudah sampai pada memeknya, aku sibakkan bulunya dgn lidahku, aku kemut lembut klitorisnya, kadang lidahku menusuk langsung memeknya, Jari-jariku ikut membantu memberi kenikmatan dgn memilin-milin puting toketnya yg semakin mencuat, Sehingga membuat Tyas mengerang dalam nikmat, Sementara Tyas pun tdk tinggal diam, dia balas mengelus dadaku, kadang ujung dadaku di pilinnya, Tangan yg satunya lagi meremas-remas dan mengocok senjataku sehingga semakin meregang kaku dalam genggamannya, Yg aku yakin berdasarkan ceritanya pasti punyaku lebih besar dari pada punya suaminya, Gairah yg membuncah didadaku membuat aku lupa bahwa aku punya tugas untuk mengantarnya meraih orgasme.
Tubuh kami berguling-guling dikasur saling memberikan rangsangan dan kenikmatan, hingga akhirnya Tyas sendiri yg tdk tahan dan mengambil inisiatif, dia langsung mengangkangi tubuhku, dan langsung memegang senjataku untuk dibimbing kedalam liang surganya, Perlahan, centi demi centi, senjataku memenuhi rongga memeknya berbarengan dgn rasa nikmat dan hangat disenjataku, Cengkraman memeknya yg begitu kuat terasa mengurut senjataku, Tyas terus menggoyangkan pantatnya yg bulat padat, Tanganku memilin kedua putingnya, butir-butir keringat mulai membasahi tubuh kami berdua, tak lama Tyas berteriak histeris dan menggigit pundakku, tubuhnya mengejang kaku, dan wajahnya agak memerah melepas orgasmenya,
Aku berhasil mengantarnya meraih orgasme, Tubuhnya diam sejenak diatas tubuhku.
“Terima kasih, Pak” ia mencium keningku.
“Saya masih mau lagi” ucapnya serak.
“Saya masih mau lagi” ucapnya serak.
Sungguh diluar dugaan, mungkin karena baru kali ini dia meraih orgasme, Tyas begitu liar, hanya beberapa detik, tubuhnya mulai bergoyang diatas tubuhku, Dan anehnya lagi, Hampir disetiap gaya Tyas bisa meraih orgasmenya begitu cepat, Mungkin ada 6 kali dia sudah orgasme tp dia belum puas jg, sementara aku sendiri bersusah payah menahan orgasmeku, Aku benar-benar ingin memuaskan dahaganya, Apalagi saat gaya doggy, sambil meremas buah pantatnya yg bulat, aku benar-benar tak kuat lagi menahan semprotan dalam spermaku, sentuhan buah pantatnya di pangkal senjataku menambah sensasi tersendiri.
“Yas, aku mau keluar, di dalam atau di luar?” sambil aku mempercepat kocokanku.
“Di dalam aja Pak, cepat sodok yg kuat!” erangnya.
“Di dalam aja Pak, cepat sodok yg kuat!” erangnya.
Akhirnya Seluruh tubuhku bagai tersetrum nikmat, aku melepas orgasmeku, menyemburkan cairan hangat ke dalam lubang memek Tyas yg telah basah berbarengan dgn kedutan-kedutan kecil hangat dari dalam liang memek Tyas.
Yah, kami orgasme berbarengan, Sungguh nikmat sekali.
Yah, kami orgasme berbarengan, Sungguh nikmat sekali.
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, namun Tyas kelihatannya belum puas jg, aku sampai bingung sendiri, biasanya istriku sekali orgasme tdk bisa lagi orgasme, Namun memang pernah aku baca ada wanita yg seperti Tyas.
Akhirnya waktu jualah yg harus memisahkan kami, kembali ke kehidupan nyata, Aku dgn istriku dan Tyas dgn suaminya, Namun sejak saat itu hubungan kami semakin hangat membara, Ada satu kelebihan Tyas yg tdk bisa aku lupakan, Memeknya sangat mencengkram meskipun sudah puluhan kali kami berhubungan, Pernah aku Tanya katanya dia sering minum jamu, Dan Tyas sendiri pun jelas sangat membutuhkan orgasme dariku, Karena terakhir cerita dia belum bisa meraih dgn suaminya, entahlah sampai kapan.






